- Mengunyah permen karet tanpa gula.
- Menelepon teman.
- Ngemil biji bunga matahari yang sehat.
- Nonton bioskop.
- Jalan-jalan atau olahraga.
- Mengingatkan dirimu sendiri mengapa ingin berhenti.
Selasa, 30 April 2013
Tips Berhenti Merokok
Tips Berhenti Merokok

Senin, 29 April 2013
Maulid dan Risalah Kenabian Muhammad SAW
Maulid dan Risalah Kenabian Muhammad SAW
Seiring berakhirnya bulan Safar, kaum Muslimin sudah bersiap menyambut bulan Rabiul Awal atau lebih dikenal dengan bulan Maulud yang merupakan bulan kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW. Para sejarawan dan ulama sepakat bahwa Muhammad putra dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthallib dan Siti Aminah lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal pada tahun Gajah (570 M) atau bertepatan dengan 20 April 570. Penyebutan tahun Gajah yang menjadi tanda kelahiran Muhammad berkaitan dengan peristiwa besar waktu itu di mana kota Mekah diserang Abrahah beserta tentaranya yang berpusat di Yaman untuk menghancur-leburkan Ka’bah beserta peradaban kota Mekah. Tujuannya untuk mengalihkan pemusatan ibadah dan perziarahan bangsa Arab di Mekah, dengan menggantinya di Yaman. Namun, Allah punya kehendak lain. Bala tentara Abrahah yang gagah perkasa mengendarai gajah-gajah dibuat kocar-kacir oleh burung Ababil dengan lontaran batu-batu kecil yang panas.
Sebelum Muhammad lahir, ayahnya, Abdullah telah wafat, sehingga beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Sedangkan yang menyusui beliau ialah seorang perempuan bernama Halimatus Sa’diyah. Sepeninggal kakeknya, pengasuhan atas Muhamad beralih ke tangan pamannya, Abu Thalib.
Kelahiran sosok Muhammad sangat kuat diidentikkan dengan kebangkitan agama Ibrahimi atau samawi, atau lebih tepatnya sebagai detik kebangkitan ajaran keselamatan untuk seluruh umat manusia. Tidak berlebihan jika umat Muslim sangat mengagungkan sosok Nabi Muhammad yang telah diamanatkan untuk menjadi seorang pembawa risalah langit. Allah sendiri mengabadikan kehadiran beliau sebagai rahmat dan berkah, sehingga memerintahkan para malaikat-Nya memberikan shalawat kepada beliau. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Alquran, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. Al-Ahzab: 56).
Oleh karenanya, umat Muslim sering memeringati tanggal kelahiran Nabi tersebut dengan memperbanyak shalawat sembari mengharap syafa’at-nya kelak di hari akhir. Tidak berhenti pada itu saja, umat Muslim memeringati kelahiran Nabi juga untuk mengambil hikmah atau pelajaran baik atas kehadiran Nabi sebagai manusia ataupun sebagai rasul untuk diteladani amal baiknya serta ditaati segala risalah kenabian yang dibawanya.
Risalah Kenabian Muhammad
Sebelum kenabian Muhammad, negeri Arab bukanlah sebuah wilayah dengan peradaban tinggi sebagaimana negeri lain seperti Romawi, Mesir, Persia, Yunani, China atau India. Tetapi, mengapa risalah kenabian terakhir tidak diturunkan di negeri-negeri yang berperadaban agung tersebut. Allah memilih jazirah Arab sebagai tempat risalah terakhir kenabian tentunya bukan tanpa alasan. Jazirah Arab merupakan negeri yang tandus dengan hamparan gurun pasir panas yang sulit ditaklukkan oleh imperium-imperium besar di sekitarnya, seperti Imperium Romawi yang beragama Kristen dan juga Imperium Persia yang beragama Majusi. Alasan kedua, masyarakat Arab secara sosial merupakan masyarakat kesukuan yang gemar berperang untuk memperebutkan kekuasaan wilayah. Ketiga, masyarakat Arab menganut beragam agama nenek moyang. Di antara mereka ada yang menyembah berhala, ada juga kelompok yang menyembah bintang, atau benda langit lainnya. Sebagian lagi memilih agama Abrahamic seperti Yahudi dan Kristen karena mempunyai anggapan bahwa agama nenek moyang mereka sesat.
Kenabian Muhammad, sebagaimana para nabi atau rasul sebelumnya, adalah sebagai penyempurna terhadap risalah kenabian sebelumnya. Namun, yang sangat spesial, kenabian Muhammad selain menjadi penyempurna juga sebagai penutup risalah kenabian. Disebutkan sebagai penyempurna risalah kenabian karena nabi-nabi terdahulu sejak Adam AS, sama-sama membawa risalah tauhid, yaitu ajaran mengesakan Allah SWT. Para nabi dan rasul diutus untuk umat tertentu dengan membenarkan risalah kenabian sebelumnya serta memberikan kabar akan kehadiran nabi sesudahnya. Hal tersebut berlangsung dari masa ke masa, hingga sampilah pada risalah terakhir, risalah paling sempurna yang diemban oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Hal tersebut ditegaskan Allah dalam firmannya dalam Alquran, “Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang diwasiatkan-Nya kepada Nuh, dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu tegakkan agama, dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya” (QS. Al-Syura: 13).
Di antara prinsip-prinsip utama dalam risalah yang dibawa Nabi Muhammad adalah ajaran persamaan manusia di hadapan Allah. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam QS. Al-Hujurat: 13, bahwa manusia diciptakan dengan segala macam perbedaan. Meskipun berbeda dalam jenis kelamin, suku, bangsa dan segala macam perbedaan, manusia berposisi sama di hadapan Sang Khaliq. Satu-satunya hal yang membedakan manusia di hadapan Allah adalah tingkat ketakwaannya. Ajaran persamaan derajat manusia juga diperkuat dengan hadis Rasulullah yang berbunyi, “Sesungguhnya Tuhan kalian adalah satu dan bapak kalian juga satu. Tidak ada kelebihan orang Arab atas orang non-Arab, tidak juga orang non-Arab atas orang Arab, tidak juga orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, tidak juga orang berkulit hitam atas orang berkulit merah, kecuali dengan ketakwaan” (HR. Ahmad). Risalah equality ini mendobrak tatanan masyarakat Arab yang saat itu memlihara sistem perbudakan. Dalam perjalanan dan perkembangannya, Islam sangat menentang sistem perbudakaan dan mempromosikan sikap memerdekakan budak.
Seruan Nabi Muhammad untuk memerdekakan budak sebagai bentuk penegakan nilai persamaan dan kebebasan manusia dilandaskan atas perintah Allah dalam Alquran, “Maka hendaklah kalian mengadakan mukâtabah (seorang hamba yang meminta dimerdekakan oleh tuannya dengan cara menebus dirinya) dengan mereka jika engkau mengetahui bahwa di sana ada kebaikan..” (QS. An-Nur: 33).
Risalah yang tidak kalah pentingnya dengan persamaan manusia dalam Islam adalah ajaran keadilan. Al-‘adalah merupakan salah satu risalah penting untuk perbaikan tatanan masyarakat Arab.
Begitu pentingnya nilai keadilan ini sehingga tidak hanya berlaku bagi masyarakat Muslim saja namun juga seluruh umat manusia. Risalah ini termaktub dalam Alquran, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Maidah: 8).
Risalah keadilan pulalah yang mengantarkan Nabi Muhammad sukses membangun masyarakat Madinah yang plural hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan. Sebagaimana diketahui saat Nabi hijrah ke Madinah tidaklah mudah membangun peradaban di sana. Madinah adalah wilayah yang penduduknya sangat plural baik dari segi suku maupun agama. Risalah keadilan dalam Islam yang diamanatkan kepada Nabi termanifestasikan dalam sebuah dokumen kesepakatan warga, Piagam Madinah. Pihak-pihak yang menyepakati tidak lain adalah penduduk Madinah yang plural itu. Mereka menyatu sebagai ummah wahidah, umat yang menyatu, yang terdiri atas muhajirun, penduduk Madinah yang sudah masuk Islam, dan suku-suku Arab yang mengikuti mereka, bergabung dengan mereka dan berjuang bersama mereka. Selain pengikut Muhammad dan Yahudi, suku-suku Arab yang politeis juga bergabung menyetujui Piagam Madinah. Konsekuensinya, semua yang bernaung dalam konvensi ini mendapatkan keadilan yang sama, hak-hak sosial ekonomi budayanya juga dijamin secara konstitusi. Tidak ada penomorsatuan dan kelompok yang termarginalkan. Hal itu menunjukkan betapa kuatnya prinsip keadilan yang dikandung Islam dalam membangun tatanan masyarakat sipil yang berkeadilan.
Sebagai pengemban risalah kenabian dan kerasulan, pribadi Nabi Muhammad memiliki berbagai dimensi yang merupakan perpaduan antara sisi kemanusiaan dan sisi ketuhanan. Nabi Muhammad ialah manusia biasa yang dalam kapasitasnya sebagai makhluk Allah terikat dengan hukum alamiahnya sebagai manusia, yaitu lahir, berkembang dan meninggal dunia. Namun, dalam kapasitasnya sebagai utusan Allah, beliau merupakan pembawa risalah langit, ajaran ilahiyah, yang diberikan kelebihan dibandingkan dengan manusia lainnya.
Tidak hanya dari segi ucapan yang halus dan santun, budi pekerti beliau juga mencerminkan kepribadian yang berakhlak mulia sehingga sangat pantas dijadikan teladan. Beliau dikenal memiliki empat sifat yang menjadikannya manusia sempurna di mata Allah. Sifat pertama adalah sidiq, yaitu jujur, benar. Sifat yang kedua adalah terpercaya atau amanah. Dari sifatnya ini, beliau diberi gelar al-amin, yaitu orang yang terpercaya atau yang mampu mengemban amanat. Beliau dipercaya menjadi pemimpin umat. Sifat ketiga yang melekat dalam diri Nabi adalah tabligh, yang berarti menyampaikan. Yang disampaikan tentu saja risalah Islam. Sifat keempatnya adalah fatonah atau cerdas. Nabi terekam dalam sejarah memiliki kecerdasan dalam berbagai hal baik dalam berdagang, berdiplomasi maupun berperang.
Oleh karena itu, sebagai umatnya kita harus bisa melihat dengan jernih kapan beliau berkapasitas sebagai Nabi dan kapan bersikap seperti manusia pada umumnya. Itu semuanya tidak lain dalam rangka mengambil suri tauladan untuk peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Sumber:Lazuardi Birru
Minggu, 28 April 2013
Bersatu Mengecam Israel
Israel kembali berulah biadab. Sedianya
pada tanggal 5-6 kemarin, di Ramallah Palestina akan diselenggarakan
Konferensi Luar Biasa Tingkat Menteri Luar Negeri Gerakan Non-Blok. Ada
13 menteri yang direncakan hadir dalam pertemuan tersebut untuk membahas
langkah-langkah dukungan terhadap Palestina yang akan dibawa ke sidang
Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB) pada bulan September mendatang.
Namun demikian, mendadak acara
tersebut dibatalkan. Hal itu disebabkan karena lima menteri luar negeri
(dari 13 menteri yang akan datang) ditolak melintasi daearh Israel untuk
bisa sampai ke Ramallah. Mengingat Israel tidak mempunyai hubungan
diplomatik dengan kelima negara asal lima menteri tersebut, yaitu
Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Kuba dan Aljazair.
Inilah Israel untuk kesekian kalinya
mempermainkan Palestina dan negara-negara yang mendukung
kemerdekaannya. Bahkan kali ini Israel telah memermalukan lima negara
yang selama ini secara konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan
Palestina, khususnya Indonesia.
Secara khusus, Indonesia harus
bersikap tegas atas perbuatan semenan-mena Israel. Karena perbuatan
tersebut telah merendahkan, mencoreng nama baik dan menihilkan
kedaulatan bangsa. Sikap tegas ini bisa dilakukan dalam bentuk kebijakan
tegas sejumlah lembaga negara terkait dengan kepentingan Israel.
Secara umum, insiden ini sejatinya
dijadikan sebagai momentum oleh negara-negara Arab dan negara-negara
berpenduduk mayoritas muslim untuk bersatu mengecam kebiadaban Israel.
Sebagaimana insiden ini sejatinya dijadikan sebagai momentum untuk
membulatkan tekad dan merapatkan barisan dalam rangka mengawal Palestina
mendapatkan kemerdekaannya.
Harus diakui bersama, kekompakan dan
persatuan yang sejati di kalangan negara-negara Arab dan negara-negara
berpenduduk mayoritas muslim dalam menekan Israel sekaligus mendukung
kemerdekaan Palestina masih sangat lemah. Di depan publik, sebagian dari
negara-negara tersebut beringas mengecam pelbagai macam kebiadaban
Israel. Tapi di belakang, sebagian dari negara tersebut justru
bekerjasam dengan Israel. Demikian juga, sebagian dari negara-negara itu
bersikap tegas terhadap Israel dalam bentuk tidak menjalin hubungan
diplomatik dengan negara Yahudi itu. Tapi sebagian negara lain justru
mempunyai hubungan diplomatik yang sangat erat dengan Israel.
Inilah titik lemah dari
negara-negara Arab dan negara-negara bernduduk masyoritas muslim selama
ini, khususnya dalam konteks dukungan atas perjuangan kemerdekaan
Palestina. Akibat kelemahan ini, Israel tidak merasa takut dan gentar
untuk terus melakukan aksi brutal terhadap para pejuang Palestina, baik
pejuang dari internal Palestina maupun pejuang dari luar (termasuk lima
menteri tersebut di atas). Apalagi Israel kerap mendapatkan dukungan
yang sangat tidak adil dari Amerika Serikat (AS) dan sebagian negara
Eropa.
Sebagai negeri kecil yang berada di
tengah negara-negara Arab-Islam, persatuan dan kekompakan akan sangat
efektif untuk menekan Israel. Hingga Israel tidak terus melakukan
politik semena-mena, khususnya terhadap Palestina.
Persoalannya adalah, sebuah negara
mungkin keras terhadap Israel, bahkan tidak mempunyai hubungan
dilomatik. Tapi pada waktu yang bersamaan negara tersebut sangat
tergantung kepada AS. Sedangkan AS kerap disebut oleh sebagian pengamat
sebagai “Israel Besar” atau Israel tak lain adalah “AS Kecil”.
Sumber:Lazuardi Birru
Jumat, 26 April 2013
Islam Agamaku Yang Indah
Maha suci Allah, Maha
indah Allah, karena pada hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk
dapat merasakan segala nikmat yang Allah turunkan kepada kita. Salawat
dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, yang namanya
selalu terukir indah dalam Al quran, yang kegagahannya tak pernah dapat
tertandingi oleh siapapun, dialah nabi besar kita Muhammad saw.
Dan bila kita
bicarakan tentang keindahan agama Allah, maka tidak akan pernah ada
habisnya. Karena dengan kasih sayangNya lah Dia menciptakan bumi ini
dengan segala pernak-pernik yang indah di dalamnya. Tidak berhenti
disitu saja, bahkan Allahpun dapat membuat pernak-perniknya tampak
indah, menarik bahkan menakjubkan. Segala yang kita miliki, segala yang
kita dapati adalah milikNya dan sudah menjadi ketentuanNya. Tidak ada
kebetulan, melainkan sesungguhnya Allah telah mencatat scenario
kehidupan masing-masing umatnya yang dibantu oleh para malaikat-malaikat
agung yang selalu tunduk dan patuh terhadap perintahNya. Ketika kita
sedang mencari kerja atau menginginkan sesuatu kemudian datanglah
keinginan itu, atau segala apapun yang kita inginkan itu, maka itu bukan
kebetulan melainkan sudah menjadi ketentuan dari Nya. Sehingga tidak
ada sedikit nikmatpun yang dapat luput dariNya sampai setiap hembusan
nafas kitapun Allah tahu. Apakah sudah ada yang pernah berhitung berapa
banyak nafas yang dapat kita hembuskan dari sejak awal kita dilahirkan
sampai saat ini? Belum ada yang mampu, tapi atas kebesaran dan
keagunganNya Allah dapat mengetahuinya, berapa jumlah nafas yang sudah
dihembuskan oleh seluruh manusia di dunia ini dari sejak ia dilahirkan
sampai detik ini.
Selain dari nikmat ada beberapa lagi anjuran dalam islam ini yang dapat kita renungi dan ambil hikmahnya, yakni :
Diwajibkannya zakat dan disunnahkannya shadaqoh ; (QS. At Taubah : 60)
[647] Yang berhak menerima zakat Ialah:
1. Orang fakir: orang yang Amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam Keadaan kekurangan.
3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
6. Orang
berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan
maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk
memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat,
walaupun ia mampu membayarnya.
7. Pada
jalan Allah (sabilillah): Yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan
kaum muslimin. di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa
fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti
mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.
Zakat dan shadaqoh
adalah dua anjuran untuk kita agar dapat menyisihkan sebagian harta
kita. Dengan berzakat, akan membuat harta yang kita dapati menjadi lebih
bersih. Dan dengan shadaqoh kita akan merasakan betapa indahnya bisa
berbagi dengan sesama. Sesungguhnya tidak ada satu halpun yang tidak ada
manfaatnya, begitupun Allah mewajibkan zakat kepada kita dan
disunnahkannya shadaqoh tiada lain agar kita dapat saling peduli, dan
dapat menyadari bahwa sesungguh semua harta benda yang kita dapati di
dunia ini adalah titipan semata. Dan semakin menyadarkan bahwa ini
merupakan ujian nikmat dari Allah yang akan dimintai pertanggung
jawabannya. Bersyukurlah kita bila diberikan ujian kenikmatan oleh
Allah, dan berarti kita harus bisa menjaga segala kepercayaan yang telah
Allah berikan dan dapat mempertanggung jawabkannya di dunia dan di
akhirat. Begitupun bila kita ditakdirkan menjadi orang yang tidak mampu,
beruntunglah! Karena sesungguhnya Allah Maha tahu siapa saja hambaNya
yang lebih kuat menerima ujian ini, dan tetaplah istiqamah dalam
keyakinan terhadap Allah bahwa Allah selalu melihat, mendengar, dan
mengetahui segala gerak-gerik kita. Ingatlah bahwa dunia ini hanyalah
sebuah persimpangan. Tetap bersabar dan ikhlas.
Diwajibkannya berpuasa pada bulan suci ramadhan :
Firman Allah dalam surat Al Baqarah: 183 :
Alangkah indahnya apabila
bulan ini telah datang begitupun Allah senantiasa melipat gandakan
segala macam perbuatan. Puasa membawa kenikmatan tersendiri, karena
dengan puasa kita dapat melatih diri kita untuk lebih dekat dengan
Allah, sesungguhnya Allah telah memberikan dua kebahagiaan kepada orang
yang berpuasa, yakni ketika telah tiba waktunya berbuka dan nanti ketika
bertemu dengan Allah di syurga. Sahal bin sa’ad r.a. berkata: Nabi saw.
Bersabda:
“sesungguhnya di syurga
ada pintu bernama AR-ROYYAN tempat masuk dari padanya orang-orang yang
puasa pada hari kiamat, tidak dapat masuk dari pintu itu kecuali orang
yang berpuasa, dipanggil oleh penjaganya: “dimana orang-orang yang telah
berpuasa?” dan tidak dapat masuk disitu kecuali mereka saja, dan jika
telah selesai maka ditutup, dan tiada masuk selain mereka saja.” (HR.
Bukhari dan Muslim).
Diwajibkannya shalat yang lima waktu ;
“Shalat adalah
tiangnya agama”. Bagaimana jika kita membuat rumah tanpa tiang
penyangga? pastilah rumah itu tidak akan dapat berdiri. Begitupun dengan
keislaman kita akan runtuh jika shalat tidak dijadikan sebagai tiang
penyangga keimanan kita. Dan shalatpun merupakan amalan hal pertama yang
akan dihisab di akhirat nanti. Jika kita dapat mempelajari dan
merenungkan betapa banyak rahasia dalam shalat. Dari mulai gerakan dan
doa yang dibaca mempunyai manfaat bagi jiwa dan raga kita.
Disunnahkannya shalat pada pertengahan malam ;
Begitu indahnya aturan
dan anjuran yang telah Allah terapkan dalam agamaNya, tak pernah ada
satu aturanpun yang sesungguhnya menjerumuskan kita. Namun sebaliknya
semua aturan yang dibuat olehNya adalah demi untuk kebaikan kita. Allah
melarang kita untuk meminum-minuman keras, bukan semata-mata untuk
membatasi namun justru sudah terbukti bahwa bahaya meminum-minuman keras
dapat membahayakan kesehatan kita. Begitupun Allah melarang kita untuk
berkhalwat atau bergaul bebas dengan lain jenis adalah untuk mencegah
kita terhadap dampak negative yang akan merugikan bagi diri kita, dan
dampak itu sudah terbukti dengan timbulnya penyakit-penyakit yang sulit
disembuhkan akibat dari pergaulan bebas ini.
Shalat pertengahan
malam atau 1/3 malam adalah merupakan waktu dibukanya pintu-pintu langit
dan waktu lengang dalam kehidupan, dimana alam dalam keadaan tenang dan
sepi yang dapat memudahkan kita untuk dapat merasa lebih dekat dengan
Allah, dan kitapun dapat merasakan begitu banyak nikmat yang telah Allah
berikan kepada kita. Dan waktu inilah yang dimanfaatkan oleh Allah
untuk dapat melihat siapakah hambanya yang benar-benar ikhlas
mencintaiNya. Sehingga pada waktu ini Allah lebih mendengarkan
permintaan ataupun taubat dari hamba-hambanya. Ada sebuah riwayat yang
mengkiaskan keistimewaan dari bangun tengah malam untuk mengerjakan
shalat pertengahan malam (tahjjud, dsb): “sesungguhnya dua raka’at
tengah malam itu lebih baik dari pada dunia dan isinya”. Maksud lebih
baik dari dunia dan isinya ini adalah karena harta dan segala isinya ini
hanyalah sebagai hiasan semata, dan tidak akan pernah kita bawa mati.
Sekaya apapun, dan sehebat apapun manusia didunia, itu tidak akan
menjadi jaminan ketenangan dalam kubur dan di alam akhirat nanti. Namun,
yang akan menyelamatkan dan menolong didalam kubur dan dialam akhirat
adalah amal perbuatan baik kita selama didunia. Dan Shalat malam
merupakan ibadah yang besar pahalanya.
Diwajibkan untuk dapat berbuat baik terhadap orang tua, saudara dan terhadap tetangga ;
Orang tua, saudara dan
tetangga adalah makhluk ciptaanNya yang selalu berada dekat dalam
kehidupan kita. Sehingga Allah pun menyuruh kita untuk dapat berbuat
baik kepada mereka terutama berbuat baik terhadap orang tua.
Mengenai perilaku baik
terhadap orang tua ini, Rasulullah saw. telah bersabda: “keridhoan
Allah ada pada keridhoan orang tua, dan kemurkaan Allah pun ada pada
kemurkaan orang tua.” Begitulah islam memerintahkan kita untuk dapat
berbuat baik terhadap mereka. Telah banyak kisah seseorang yang sukses
akibat berkah dari doa dan restu orang tua. Maka dari itu,
berhati-hatilah dalam bersikap terhadap orang tua. Turutilah perintahnya
yang baik dan tidak menyesatkan. Jangan pernah sekali-kali untuk
melukai hatinya, walaupun mereka terkadang telah melukai hati kita,
namun jangan pernah sekali-kali kita untuk dapat berbalik melukai hati
mereka lebih baik kita pergi berlalu dari pada kita harus menimpali
perkataan yang akan membuat hati mereka terluka. Allahpun telah
berfirman:(Q.S Al-Isra : 23-24)
[850] Mengucapkan kata Ah
kepada orang tua tidak di bolehkan oleh agama apalagi mengucapkan
kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.
Adanya sesuatu yang dilarang ;
Mengenai sesuatu yang
dilarang ataupun yang tidak diperbolehkan ini adalah segala hal yang
terkadang membuat hati kita tertarik untuk mencoba ataupun untuk
melakukannya. Karena memang dengan seperti itulah iblis bisa
menjerumuskan manusia ke dalam neraka, contoh besar sesuatu yang
dilarang itu ialah :
- Syirik, merupakan dosa terbesar yang tidak akan pernah diampuni oleh Allah.
- Zinnah,
memang dalam aturan islam zinnah tidak harus selalu ‘hubungan badan
yang dilakukan oleh manusia yang berlainan muhrim. Namun zinnah dalam
islam selain seperti itu juga ada yang disebut dengan zinnah anggota
badan misalnya zinnah mata, yang berarti segala sesuatu penglihatan yang
ditujukan untuk melihat hal-hal yang menuju kearah zinnah atau memang
zinnah itu sendiri, seperti yang sudah menjadi trend di zaman sekarang
adalah video-video porno yang banyak diobral diinternet.
- Meminum-minuman
keras. Ini merupakan sebuah ujian dari Sang Khaliq untuk dapat melihat
siapakah hambaNya yang dapat bertahan dan membuktikan bahwa dia akan
lulus melewati ujian ini. Karena sesungguhnya dunia ini hanyalah sebuah
ujian dan penjara bagi hamba-hamba Allah yang dapat berfikir.
Begitulah Allah
memberikan perintahNya kepada hamba-hambaNya sebagai cara untuk
membuktikan siapa saja yang berhak untuk dapat memasuki syurgaNya.
Wallahu‘alam bissawwab Wallahu’alam bil muradhi.
Sumber:Lazuardi Birru
Jumat, 19 April 2013
GUS DUR
Gus Dur adalah panggilan akrab K.H. Abdurrahman Wahid. Ia adalah anak pertama dari K.H. Abdul Wahid Hasyim, Menteri Agama RI pada tahun 1952. Gus Dur keturunan ulama terkenal dari Jombang, Jawa Timur, K.H. Hasyim Asy’ari, ayahanda KH Abdul Wahid Hasyim. K.H. Hasyim Asy’ari adalah pendiri Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur; dan juga pendiri Jam’iyyah, —organisasi kemasyarakat— Nahdlatul Ulama, disingkat NU, pada tahun 1926. K.H. Hasyim Asy’ari dipanggil Hadhratus Syaikh, yang berarti Tuan Guru yang mulia. Panggilan ini merupakan tahrîman, penghormatan para kyai dan santri kepada seorang ulama yang dianggap sebagai guru besar mereka. Hadhratus Syaikh merupakan panggilan khusus bagi Mbak Hasyim, sedangkan Gus merupakan panggilan kehormatan bagi putra seorang kyai yang disegani oleh para santri dan masyarakat; sedangkan Dur adalah panggilan keseharian Abdurrahman. Tidak hanya K.H. Abdurrahman Wahid yang dipanggil Gus, tetapi juga K.H. Mustafa Bisri yang dipanggil Gus Mus, dan K.H. Hamim Jazuli yang dipanggil Gus Miek.
Gus Dur yang nama aslinya Abdurrahman ad-Dakhil termasuk anak yatim. Ayahnya wafat di Cimahi, Bandung, setelah mobil yang dinaikinya tabrakan maut pada 1952. Gus Dur satu-satunya penumpang yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Gus Dur mengikuti pendidikan di pesantren. Kuliah di Universitas Bagdad dan Universitas Al-Azhar Cairo. Gus Dur pernah
menjadi dosen di Universitas Darul Ulum Jombang; menjadi pengurus NU
hingga terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar NU tahun 1984. Gus Dur dikenal
sebagai kyai yang berwawasan luas. Penulis produktif, pengamat politik
dan sosial; budayawan, pengamat sepak bola, tokoh penggiat gerakan
demokrasi dan toleransi beragama. Pandangan keislaman Gus Dur mendahului
zamannya, bahkan tidak sejalan dengan pandangan ulama NU yang menjadi
basis sosial politiknya. Oleh kalangan bawah NU, Gus Dur diyakini sebagai waliyullah. Gus Dur menganjurkan umat Islam Indonesia membumikan Islam; antara lain dengan mengganti ucapan “Assalamu’alaikum” dengan Selamat Pagi, Selamat Siang atau Selamat Malam. Gus Dur bersama tokoh cendekiawan Muslim seperti Nurcholish Madjid pada 1997 meminta Presiden Soeharto mengundurkan
diri setelah gerakan pro demokrasi yang menghendaki perubahan makin
meluas di seluruh wilayah Indonesia. Setelah Orde Baru jatuh pada 1998, Gus Dur mendeklarasikan Partai Kebangkitan Bangsa dan terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia ke-4 menggantikan BJ. Habibie. Gus Dur wafat pada 2009 dan dimakamkan di Jombang.
Sumber:Lazuardi Birru
Ulasan
Geliat Seksual Di Jagad Maya
Meski kerap dijadikan sebuah tabu dalam masyarakat tertentu, kegaduhan seks selalu saja terdengar. Bahkan problem seks bisa dikatakan setua umur peradaban manusia itu sendiri. Lantas mengapa pesoalan seks begitu menggoda sedemikian hingga dorongan untuk membicarakannya, ketimbang bidang lain seperti problem pangan dan papan, tak terbendung?
Justru mungkin karena status tabu yang dilekatkan pada seks itu sendiri. Rasanya ketika tabu dibicarakan rahasia misteri dunia sedang diungkap. Maka ketika seks semakin ditabukan, isu tersebut kian menarik. Dan bahkan kondisi semacam itu masih menjangkiti era yang serba canggih seperti saat ini. Padahal perkembangan teknologi informatika begitu deras, yang tentu saja konsekuensinya dunia beserta pesona rahasia dan misterinya pudar lantaran luapan akses informasi tersebut. Namun rupaya tidak demikian adanya, seks tetap saja berstatus tabu sehingga menjadi begitu mempesona.
Buku Ellys Lestari Pambayun menyuguhkan bagaimana seksualitas beroperasi dalam internet. Terkait dengan seks, tak bisa dipungkiri di jagad maya peran subjek lebih didominasi oleh para lelaki, sedangkan perempuan lebih menjadi objek seksual. Masyarakat yang yang menganggap tabu seks, akan berdampak pada asumsi sesuatu yang menjijikkan. Maka seks harus dikunci rapat di kamar-kamar pasangan suami istri legal yang bersifat privat. Maka ketika seks tampil ke ruang publik masyarakat menjadi begitu panik dan cemas. Anehnya meski kehadiran seks di ruang publik selalu disensor, selalu saja ada sejuta cara untuk tetap membebaskan seks dari ruang privat.
Cara pandang tradisional yang masih lekat pada kaum Adam menjadikan perempuan layaknya barang menarik yang harus dikejar-kejar. Pun berlaku di ruang publik cyber di mana perempuan seolah-olah menjadi barang dagangan dengan cara yang paling sensasional (seks-gila-gilaan). Kondisi semacam ini memperlihatkan corak pandang patriarki masih mendominasi tatanan yang ada.
Berbeda dengan dunia real, dunia maya semakin memanjakan fantasi-fantasi seliar apapun. Misalnya dalam kasus cyberporn orang-orang mulai tertarik, baik sekedar melihat atau melakukan, voyeurisme atau melihat secara diam-diam dengan cara mengintip kaum hawa di internet. Dalam posisi seperti itu secara tidak langsung perempuan-perempuan seakan rela dijadikan objek seksual.
Paradigma yang dibangun dalam karya Ellys Lestari Pambayun ini adalah paradigma feminisme kritis. Intensinya untuk memperlihatkan dan membongkar bagaimana masyarakat tradisional yang beroperasi di dunia internet menunjukkan bagaimana laki-laki masih kuat mendominasi perempuan. Dengan pendekatan kritis buku ini cukup dapat menawarkan hal baru terutama terkait bagaimana masyarakat kita, terutama lelaki dan perempuan, bermitra sinergis dengan cara dialog kritis menjawab mengapa masalah seksual ada yang harus jadi subyek dan harus jadi obyek. Pendekatan kritis seperti ini akan membuat kaum lelaki lebih meningkatkan kesadaran untuk tidak memperlakukan perempuan sebagai obyek, dan dengan itu pula kaum perempuan tidak mudah terperosok menjadi bulan-bulanan dominasi lelaki.
Kelayakan dari buku ini untuk bisa dibaca tidak terhindarkan. Maka penting kiranya bagi siapa saja yang ingin memperkaya sudut pandang baru tentang dunia seksual terutama di jagad maya. Maka tak pelak lagi karya berjudul Birahi Maya: Mengintip Perempuan di Cyberporn ini sudah sepantasnya dikonsumsi oleh para pendidik, orangtua, dan siapa saja yang setiap hari berurusan dengan internet.
Sumber:Lazuardi Birru
Meski kerap dijadikan sebuah tabu dalam masyarakat tertentu, kegaduhan seks selalu saja terdengar. Bahkan problem seks bisa dikatakan setua umur peradaban manusia itu sendiri. Lantas mengapa pesoalan seks begitu menggoda sedemikian hingga dorongan untuk membicarakannya, ketimbang bidang lain seperti problem pangan dan papan, tak terbendung?
Justru mungkin karena status tabu yang dilekatkan pada seks itu sendiri. Rasanya ketika tabu dibicarakan rahasia misteri dunia sedang diungkap. Maka ketika seks semakin ditabukan, isu tersebut kian menarik. Dan bahkan kondisi semacam itu masih menjangkiti era yang serba canggih seperti saat ini. Padahal perkembangan teknologi informatika begitu deras, yang tentu saja konsekuensinya dunia beserta pesona rahasia dan misterinya pudar lantaran luapan akses informasi tersebut. Namun rupaya tidak demikian adanya, seks tetap saja berstatus tabu sehingga menjadi begitu mempesona.
Buku Ellys Lestari Pambayun menyuguhkan bagaimana seksualitas beroperasi dalam internet. Terkait dengan seks, tak bisa dipungkiri di jagad maya peran subjek lebih didominasi oleh para lelaki, sedangkan perempuan lebih menjadi objek seksual. Masyarakat yang yang menganggap tabu seks, akan berdampak pada asumsi sesuatu yang menjijikkan. Maka seks harus dikunci rapat di kamar-kamar pasangan suami istri legal yang bersifat privat. Maka ketika seks tampil ke ruang publik masyarakat menjadi begitu panik dan cemas. Anehnya meski kehadiran seks di ruang publik selalu disensor, selalu saja ada sejuta cara untuk tetap membebaskan seks dari ruang privat.
Cara pandang tradisional yang masih lekat pada kaum Adam menjadikan perempuan layaknya barang menarik yang harus dikejar-kejar. Pun berlaku di ruang publik cyber di mana perempuan seolah-olah menjadi barang dagangan dengan cara yang paling sensasional (seks-gila-gilaan). Kondisi semacam ini memperlihatkan corak pandang patriarki masih mendominasi tatanan yang ada.
Berbeda dengan dunia real, dunia maya semakin memanjakan fantasi-fantasi seliar apapun. Misalnya dalam kasus cyberporn orang-orang mulai tertarik, baik sekedar melihat atau melakukan, voyeurisme atau melihat secara diam-diam dengan cara mengintip kaum hawa di internet. Dalam posisi seperti itu secara tidak langsung perempuan-perempuan seakan rela dijadikan objek seksual.
Paradigma yang dibangun dalam karya Ellys Lestari Pambayun ini adalah paradigma feminisme kritis. Intensinya untuk memperlihatkan dan membongkar bagaimana masyarakat tradisional yang beroperasi di dunia internet menunjukkan bagaimana laki-laki masih kuat mendominasi perempuan. Dengan pendekatan kritis buku ini cukup dapat menawarkan hal baru terutama terkait bagaimana masyarakat kita, terutama lelaki dan perempuan, bermitra sinergis dengan cara dialog kritis menjawab mengapa masalah seksual ada yang harus jadi subyek dan harus jadi obyek. Pendekatan kritis seperti ini akan membuat kaum lelaki lebih meningkatkan kesadaran untuk tidak memperlakukan perempuan sebagai obyek, dan dengan itu pula kaum perempuan tidak mudah terperosok menjadi bulan-bulanan dominasi lelaki.
Kelayakan dari buku ini untuk bisa dibaca tidak terhindarkan. Maka penting kiranya bagi siapa saja yang ingin memperkaya sudut pandang baru tentang dunia seksual terutama di jagad maya. Maka tak pelak lagi karya berjudul Birahi Maya: Mengintip Perempuan di Cyberporn ini sudah sepantasnya dikonsumsi oleh para pendidik, orangtua, dan siapa saja yang setiap hari berurusan dengan internet.
Sumber:Lazuardi Birru
Kamis, 18 April 2013
Lembar Jumaat
DOSA-DOSA BESAR
DOSA-DOSA BESAR
Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:
“Jika kamu menjauhi
dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya,
niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan
Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisa’ :31)
Dosa, menurut Islam adalah perbuatan
buruk yang tidak saja akan berakibat negatif, baik terhadap ruhani
individu pelakunya, namun juga terhadap masyarakat. Perbuatan dosa
dilarang karena bersifat merusak dan menghancurkan. Ia menyebabkan
pertengkaran antara manusia, mengkasarkan hati, menjauhkan manusia dari
Tuhan, merusak alam dan menghancurkan masyarakat.
Di dalam Islam terdapat dosa-dosa
besar dan dosa-dosa kecil. Pembagian ini disebabkan oleh besar dan
kecilnya dampak atau pengaruh dosa bagi pelaku dan masyarakat (hati
manusia dan masyarakat). Mari coba kita gali lebih jauh lagi di antara
dosa-dosa besar tersebut:
Pertama, syirik kepada Allah swt
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’: 48)
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’: 48)
Kedua, berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah SWT.
“Hai anak-anakku,
pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan
jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus
asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. Yusuf: 87).
Ketiga, merasa aman dari ancaman Allah SWT.
“Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raaf: 99)
Keempat, berbuat durhaka kepada kedua orang tua.
Dalam sebuah hadist dari Abdullah
bin Amru bin Ash ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Di antara
dosa-dosa besar, yaitu memaki kedua orang tua. Para sahabat bertanya:
Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang dapat memaki kedua orang tuanya?
Rasulullah saw. menjawab: Dia memaki bapak orang lain, lalu orang lain
itu memaki bapaknya. Dia memaki ibu orang lain, lalu orang lain itu
memaki ibunya. (HR. Muslim)
Kelima, membunuh seorang muslim tanpa hak
Allah berfirman dalam Al-Quran surat
An-Nisa ayat 93, yang artinya “Dan barangsiapa yang membunuh seorang
mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di
dalamnya.” (QS. An Nisaa: 93).
Keenam, menuduh wanita baik-baik berbuat zina.
Allah SWT berfirman “Sesungguhnya
orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi
beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan
bagi mereka azab yang besar.” (QS. An-Nuur: 23)
Ketujuh, memakan uang riba.
Allah SWT berfirman ” Orang-orang yang
makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya
orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan
mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata
(berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal
Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang
yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti
(dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu
(sebelum datang larangan) dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang
yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah
penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di
dalamnya.” (QS. Al Baqarah: 275)
Kedelapan, lari dari medan pertempuran.
Maksudnya, saat kaum Muslimin diserang
oleh musuh mereka, dan kaum Muslimin maju mempertahankan diri dari
serangan musuh itu, kemudian ada seseorang individu Muslim yang
melarikan diri dari pertempuran itu. tentang hal ini Allah SWT
berfirman:
“Barangsiapa yang
membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk
(siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain,
maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari
Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat
kembalinya”. (QS. Al-Anfaal: 16)
Kesembilan, memakan harta anak yatim
“Sesungguhnya
orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya
mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam
api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. An Nisaa: 10)
Kesepuluh, berbuat zina.
“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Israa’ : 32)
Demikianlah beberapa di antara
dosa-dosa besar yang harus kita jauhi dan hindari sesuai dengan
keterangan nash Al-Qur’an. Adapun dosa-dosa besar lainnya adalah
menyembunyikan persaksian, sumpah palsu, berbuat khianat atas harta
pampasan perang, meminum khamar (minuman keras), meninggalkan shalat,
melanggar perjanjian dan memutuskan tali silaturahmi.
SumberL:Lazuardi Birru
Kamis, 11 April 2013
9 Tips Sehat Bangun Pagi
1. Tidur nyenyak, bisa dengan bantuan musik yang menenangkan.
2. Tidur lebih awal.
3. Segeralah bangun dn jangan berkata “sepuluh menit lagi”.
4. Gunakan jam weker,jangan tidur lagi setelah mematikannya.
5. Lakukan sebagai rutinitas.
6. Nantikan sesuatu di pagi hari
7. Sadarilah konsekuensi bangun siang.
8. Jangan malas-malasan, rapikan tempat tidur agar tubuh bergerak.
9. Temukan alasan yang tepat untuk bangkit dari tempat tidur lebih awal.
Sumber:Lazuardi Birru
Cara Untuk Memotivasi Diri Anda Sendiri
- Tindakan yang positif.Tingkatkan kepercayaan diri anda, punya keyakinan, keberanian dan antusias.Sukses dengan mempunyai tujuan yang jelas dan mengejarnya dengan antusias, gigih dan disiplin.Kurangi stress dengan relax dan melepaskan stress.Tetap positif dengan menjalani semua tantangan dan masalah sebagai kesempatan.Hilangkan ketakutan untuk di tolak, jangan pernah menerima tolakan, orang hanya menolak tawaran anda bukan anda.Tetap sebagai pemenang, berpikirlah anda sebagai pemenang karena kontribusi dan kerjasama perusahaan akan membuat anda sebagai pemenang.
- Kata- kata PositifKita dipenuhi dengan “Self – talk “, jadi kata-kata yang negative akan menciptakan mood yang negative, bahkan depresi. Gunakanlah kata-kata seperti :
“Tantanglah Saya “ bukan “ Kenapa Saya “
“Kesempatan “ bukan “ Masalah “
“ Tantangan “ bukan “ Ketakutan “
Jadi, lain kali Anda sadar jika Anda menggunakan kata- kata negative, catat dan diubah menjadi kata- kata yang positif. Pada saat Anda mengubah kata- kata negative Anda, Anda akan menemukan motivasi anda meningkat. - Berolahraga
Penelitian menunjukkan bahwa berolah raga memovasikan. Jadi lain kali, Anda merasa motivasi anda menurun, berolahragalah. Bergeraklah dan termitivasilah. - Ambillah Resiko
“Anda harus mengambil resiko dan jangan takut untuk gagal. Anda harus mendorong diri anda sendiri, terutama ketika anda bosan untuk melakukan yang anda biasa lakukan. Kita semua tinggal dalam kenyamanan (Confort zone). Menghindari potensi untuk gagal. Tetapi untuk menjadi lebih maju, Anda harus keluar adri kenyamanan (comfort zone) Anda, dan cobalah sesuatu yang baru, dengan cara yang berbeda. Keluarlah dari kenyamanan Anda dan lihatlah, itu akan berhasil. Jika berhasil ataupun tidak, Anda tidak akan pernah tahu jika anda tidak pernah mencoba. - Visualisasikan sesuatu yang positif.
Seperti pemahat yang menciptakan model dari metal, kita juga harus memulai perjalanan sukses kita dengan mengi=visualisasikan apa yang kita inginkan . kebanyakan dari kita tidak berani untuk menciptakan kemungkinan yang tertinggi . kita meyalahgunakan imajinasi kita dengan melamun ,berpikirlah positif ,dan bayangkanlah, scenario sukses dan visualisasikan semua kemungkinannya. - Berpikirlah sesuatu yang besar.
Jangan biarkan apapun yang melarang anda untuk berpikir sesuatu yang besar. Apakah anda pernah membayangkan jutaan dollar di rekening anda? Berpikirlah lebih besar tiap hari dari pada kemarin , anda akan menciptakan masa depan yang lebih baik. - Ciptakan goal anda.
Ada dua sumber dari kegagalan ; kurangnya goal yang jelas dan susahya memotivasi diri anda sendiri.jika anda tidak menciptakan goal anda,anda tdk akan pernah kemana-mana. Mulailah dengan misi ,dan ciptakan goal, dan kembangkan strategi , dan semua rencana –rencana action yang anda harus anda kerjakakan. Menciptakan goal dan motivasi memberikan energi yang dibutukan untuk focus pada goal anda ketika keadaan sekeliling sedang susah. - Bacalah sesuatu yang positifGantilah pahlawan anda dan anda akan mengganti tujuan hidup anda.Bacalah tentang kehidupan orang yang sukses dan tangkaplah kebesaran darin spirit mereka.
- Berpenampilan PositifOrang sukses sangat hati-hati dengan penampilan dan tindakan mereka.Mereka tahu bahwa penampilan baik menciptakan perasaan yang baik. Ini mungkin kelihatan aneh,tetapi ,kedipan mata,kepercayaan diri ketika masuk ke ruangan,jabat tangan yang kuat dan senyum yang tulus,menciptakan impresi pertama yang kuat.
- Bantulah orang lainBertukar pikiran dan membantulah tanpa menginginkan imbalan,bayaran atau pujian.Kehidupan seseorang mempunyai arti jika memperkaya kehidupan orang lain secara material,intelektual dan moral..Orang yang sukses menemukan motivasi dan arti dari membantu orang lain.[1]
Sumber:Lazuardibirru
Selasa, 09 April 2013
Apakah seorang muslim diperbolehkan berdoa untuk orang non-muslim?
Pada hakekatnya seorang muslim diperbolehkan mendoakan non-muslim dengan maksud agar mereka memperoleh hidayah dari Allah SWT. sebagaimana Nabi Muhammad SAW mendoakan dua Umar agar salah satu dari mereka menjadi pengikut Nabi SAW, dan akhirnya Allah SWT memberikan hidayah kepada Umar bin Khattab, sehingga ia menganut Islam dan menjadi salah satu sahabat Nabi SAW.
Di sisi lain seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT dilarang untuk mendoakan atau memintakan ampunan kepada orang-orang musyrik sebagaimana firman Allah:
“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun mereka adalah kaum kerabatnya, sesudah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik adalah penghuni neraka Jahanam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain adalah karena suatu janji yang telah diikrarkanya kepada bapaknya itu. Maka takala telah jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” (QS. At-Taubah: 113-114)
Sumber: Lazaurdi Birru
Langganan:
Postingan (Atom)